Padang, 7 September 2020

Sekolah Menengah Kejuruan - SMAK Padang atau disingkat SMAKPA Rangkul puluhan industri dalam dan luar negeri pada Acara Temu Industri dengan Tema Focus Group Discussion (FGD) Praktik Kerja Industri di era New Normal serta Penjajakan MoU Dual System dan Rekrutmen bersama Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi Industri (PPPKVI) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia pada Senin, 7 September 2020.

 

Sekolah Vokasi industri di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Kementerian Perindustrian itu mengadakan Temu Industri dalam rangka peningkatan kerja sama dengan industri pasangan (mitra industri) secara virtual melalui media Zoom Meeting. SMK SMAK Padang mengundang lebih kurang seratus industri dalam dan luar negeri. Beberapa pelaku industri dari luar negeri yang turut hadir pada acara tersebut, yakni dari negara Singapura, Qatar, Kuwait, dan Vietnam. Sebagai pembicara dalam acara tersebut, SMK SMAK Padang menghadirkan Kepala PPPKVI Kementerian Perindustrian sekaligus mewakili Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian, Managing Director Sytron, PTE, LTD Singapura, Senior HRR Manager Wilmar Internasional Plantation Region Sumatera Barat, serta pembicara dari internal SMK SMAK Padang yaitu Kepala Sekolah, Waka Kurikulum dan Ketua Zona Integritas SMK SMAK Padang.

Kegiatan ini diawali dengan Laporan Kepala SMK SMAK Padang, Drs. Nasir mengenai peserta acara dan tema acara kepada Kepala PPPKVI. Kemudian, acara dibuka secara resmi oleh Kepala BPSDMI yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala PPPKVI Kementerian Perindustrian, Iken Retnowulan. Selanjutnya, langsung dilanjutkan dengan pemaparan tentang pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi yang di antaranya adalah Dual System dan Link and Match sekolah dengan Industri serta kebijakan Pemerintah bagi industri yang mengikuti program tersebut.

SMK SMAK Padang dalam Acara Temu Industri ini juga menampilkan Pembicara dari Industri Luar Negeri yaitu Mr. Tarun Kanti Basu yang merupakan Managing Director Sytron PTE, LTD Singapura yang mengulas secara detail bahwa standar kurikulum SMK SMAK Padang sudah sesuai dengan Standar Internasional khususnya di Singapura di mana mereka tidak canggung lagi mengambil lulusan SMAK Padang dan sudah kurang lebih 5 tahun ini Sytron, PTE, LTD bekerja sama dengan SMK SMAK Padang terkait praktek kerja Industri dan rekrutmen lulusan SMK SMAK Padang mengambil langsung lulusan sekolah ini setelah prakerin, ulas Tarun.

Sebagai pembicara dari industri dalam negeri, SMK SMAK Padang mengajak Bambang Wiguratno yang merupakan Sr. HRR Manager Wilmar International Plantation Sumatera Barat. Bambang memberikan apresiasi penuh terhadap SMK SMAK Padang, sekolah analis kimia satu - satunya di bawah Kementerian Perindustrian yang berada di pulau Sumatera ini, di mana sekolah ini sangat terarah, terpola dan jelas tujuannya. “ SMAKPA menyiapkan lulusan siap kerja ke industri, siswanya disiplin dan mudah beradaptasi dengan SOP perusahaan,” ujar Bambang dalam pemaparannya.

Pada sesi selanjutnya, Nasir selaku Kepala SMK SMAK Padang memaparkan Profil SMK SMAK Padang sebagai Role Model Sekolah Vokasi Industri di Sumatera Barat dengan menyampaikan program-program prioritasnya di antaranya Sertifikasi Kompetensi Nasional dan Internasional siswa , Prakerin, Pertukaran Guru dan Pelajar Internasional, Pembelajaran Berbasis Teaching Factory dan pembekalan Soft Skill Siswa. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Fitriyeni selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum mengenai Pendidikan Sistem Ganda atau dikenal dengan Dual system di mana siswa 50 % belajar di sekolah dan 50 % belajar di industri.

Sementara itu, Mila Handrefa selaku Ketua Pembangunan Zona Integritas SMK SMAK Padang sekaligus Kepala Sub Bagian Tata Usaha SMAK Padang berkesempatan menyampaikan ke pelaku industri bahwasanya SMK SMAK Padang adalah wilayah yang menerapkan Zona Integritas yang mana tidak ada Gratifikasi dan Korupsi, dan Pelaku Industri berhak mengadukan jika ada penyimpangan yang dilakukan oleh SMK SMAK Padang ke kotak pengaduan SMK SMAK Padang melalui website sekolah atas pelayanan sekolah terkait penilaian SMK SMAK Padang menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani.

"Kami tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apapun, tidak ada korupsi, dan SMK SMAK Padang bersih melayani, "sebut Mila.

Pada sesi ketiga, undangan dari industri diminta untuk aktif memberikan masukan dan pendapat pada FGD New Normal Praktik Kerja Industri dan Penjajakan MoU Dual System dan Rekrutmen. Industri diharapkan memberikan masukan mengenai kompetensi apa saja yang dibutuhkan oleh industri sehingga dapat disinkronisasikan dengan kurikulum SMK SMAK Padang. Tujuan menyinkronisasikan kurikulum adalah agar lulusan dapat terserap langsung di industri. Selanjutnya industri menyarankan agar siswa dibekali dengan pembelajaran komunikasi interpersonal agar mampu berkomunikasi dengan baik ketika sudah memasuki dunia kerja.

“Sasaran kita melalui FGD ini yaitu dapat menyamakan persepsi bersama mitra industri terkait kurikulum sekolah dan hasilnya lebih banyak melahirkan tenaga industri kompeten yang langsung diserap di industri melalui temu industri serta terlaksana pembangunan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani bersama mitra - mitra industri,” imbuh Nasir.

Sebagai kesimpulan dari FGD ini, dalam masa new Normal, industri belum berani menerima siswa melaksanakan prakerin sampai dengan adanya Peraturan dari Pemerintah yang mengatur mengenai penerimaan siswa untuk prakerin kembali. Untuk MoU yang dijajaki, sebagian besar industri bersedia untuk menandatangani MoU Dual System dan Rekrutmen.

Kegiatan ini menelurkan saran, ide dan masukan baru kepada SMK SMAK Padang serta bertambahnya MoU Dual System dan Rekrutmen pada masa New Normal sehingga dapat terus mencetak SDM Industri yang kompeten.

Dokumentasi kegiatan