SMAKPA PEDULI 'CEGAH COVID-19' DI LINGKUNGAN SMK SMAK PADANG

SMAKPA PEDULI 'CEGAH COVID-19' DI LINGKUNGAN SMK SMAK PADANG

  Padang, 30 Maret 2020, SMK SMAK PADANG dibawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia...

Waspada Covid-19

Waspada Covid-19

 Padang, 16 Maret 2020  Waspada COVID-19 Hand Sanitizer dari Laboratorium Teaching Fictory...

SMK SMAK PADANG LEPAS SISWA PRAKERIN DUAL SYSTEM KE DUDI

SMK SMAK PADANG LEPAS SISWA PRAKERIN DUAL SYSTEM KE DUDI

PADANG 6 Februari 2020, SMK SMAK Padang pecah telor lepas siswa Praktek Kerja Industri (...

Sertijab Wakasek dituntut Menorehkan Berbagai Inovasi.

Sertijab Wakasek dituntut Menorehkan Berbagai Inovasi.

 Padang, 27 Januari 2020 Kepala SMK - SMAK Padang Drs Nasir melaksanakan serah terima jabatan...

SMK SMAK Padang Jalin MoU Terapkan ‘Dual System’

SMK SMAK Padang Jalin MoU Terapkan ‘Dual System’

Padang, 6 September 2019, PADANG – Sebagai role model pendidikan vokasi industri di Indonesia,...

  • SMAKPA PEDULI 'CEGAH COVID-19' DI LINGKUNGAN SMK SMAK PADANG

    SMAKPA PEDULI 'CEGAH COVID-19' DI LINGKUNGAN SMK SMAK PADANG

    Senin, 30 Maret 2020 15:50
  • Waspada Covid-19

    Waspada Covid-19

    Selasa, 17 Maret 2020 19:14
  • SMK SMAK PADANG LEPAS SISWA PRAKERIN DUAL SYSTEM KE DUDI

    SMK SMAK PADANG LEPAS SISWA PRAKERIN DUAL SYSTEM KE DUDI

    Kamis, 06 Februari 2020 10:24
  • Sertijab Wakasek dituntut Menorehkan Berbagai Inovasi.

    Sertijab Wakasek dituntut Menorehkan Berbagai Inovasi.

    Selasa, 28 Januari 2020 09:45
  • SMK SMAK Padang Jalin MoU Terapkan ‘Dual System’

    SMK SMAK Padang Jalin MoU Terapkan ‘Dual System’

    Jumat, 10 Januari 2020 15:28

Waspada Covid-19

 Padang, 16 Maret 2020

 Waspada COVID-19 Hand Sanitizer dari Laboratorium Teaching Fictory (Tefa) SMK SMAK Padang hari ini dibagikan keseluruh Warga Sekolah.

Kepala Laboratorium Tefa SMK SMAK Padang beserta team bagikan hand sanitizer atau cairan pembersih tangan keseluruh warga sekolah siang ini di SMK SMAK Padang.

 

Drs Nasir selaku Kepala SMK SMAK Padang menyingkapi himbauan dari Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian R.I, untuk meliburkan siswa siswi kami 14 hari kedepannya, kami selaku Pimpinan sekolah ambil bagian ini untuk membekali siswa dan seluruh warga sekolah Hand Sanitizer produksi Sekolah sendiri.
Namun seluruh siswa tetap belajar secara online di rumah masing- masing dan tidak ada yang mengunjungi tempat keramaian, tutur Nasir menambahkan.
"Harapan kami seluruh warga sekolah tidak boleh panik , selalu menjaga kebersihan dan menjaga kesehatan supaya terhindar dari sakit".
Membuat cairan pembersih tangan atau hand sanitizer semula adalah bagian dari praktik belajar siswa di sekolah ini khususnya di Laboratorium Tefa (Teaching Fictory).

<


Namun, sejak pemicu fenomena Covid - 19 dan aksi borong hand sanitizer dan masker di berbagai daerah , Team Laboratorium Tefa kewalahan memproduksi karena akan dibagikan keseluruh warga sekolah khususnya siswa- siswi SMK SMAK Padang.
Laboratorium Tefa SMK SMAK Padang semakin sibuk membuat cairan pembunuh kuman di sela aktivitas belajar.
Bila sebelumnya rata–rata dalam satu bulan siswa hanya memproduksi 50 botol hand sanitizer ukuran 60 mililiter per botol. Sejak satu bulan terakhir ini mereka memproduksi lebih dari 500 botol.
Kepala Laboratorium Tefa SMK SMAK Padang Antun Kamilah, mengatakan, hand sanitizer sulit didapat di pasaran karena itu team kami mempersiapkan produksi lebih banyak lagi.
Membuat hand sanitizer, larutan pembersih lantai, larutan pencuci tangan dan produk pencuci piring memang jadi salah satu prouksi bagi laboratorium Tefa di sekolah ini, Produk kami biasanya kami bagikan untuk tamu - tamu sekolah yang berkunjung.
"Biasanya hanya membuat sedikit, sekarang jadi banyak produksi ,tutur Antun Kamilah.
Hand sanitizer karya sekolah ini diberi merek Tefa , sekolah masih rencana mematenkan merek tersebut karena tujuan awal hanya bagian dari kegiatan teaching fictory dan tugas sekolah, apalagi izin edar juga belum ada.
Bahan pembuatannya terdiri dari bahan alam , vitamin E, aquades, alkohol 96 persen, hidrogenperoksida, gliserol dan essensial oil (pewangi). Menurut Antun, alkohol 70 persen sebenarnya sudah cukup membunuh bakteri dan kuman. "Tapi alkohol produk kami lebih tinggi lagi karena kan virus corona ini kan cukup kuat. Bahan alam dan gliserol berfungsi sebagai pelembut agar tidak kasar di kulit," ujarnya.
Antun Kamilah Kepala Teaching Fictory SMK SMAK Padang menambahkan, pada dasarnya komposisi pembuatan cairan pembersih tangan ini sudah sama seperti proses pembuatan di tempat lain.
Meski dikerjakan secara sederhana di laboratorium sekolah, hand sanitizer ini dijamin tetap aman dipakai sebab sudah melalui serangkaian uji klinis. Tidak lupa, botol kemasan sudah melalui proses sterilisasi.
"Karena kami sudah biasa membuatnya, ini juga banyak di produksi oleh siswa yang bertugas Analisis Terpadu II di tiap semester akhir kelas XIII, yang mana zat esseinsialnya berbeda ," ucap Antun Kamilah.

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh

SKTD SMK-SMAK PADANG

Testimoni Alumni

 

 

Info Pustaka

35,10,0,50,1
25,600,60,0,3000,5000,25,800
90,150,1,50,12,30,50,1,70,12,1,50,1,1,1,5000
0,2,0,0,0,40,15,5,2,1,0,16,-95,1
Slide1
Slide1
Slide2
Slide2
slide3
slide3
slide4
slide4
slide5
slide5
slide6
slide6
slide7
slide7

Tolak Gratifikasi

Tolak Gratifikasi